haduh, nyess
aku butuh oksigen tambahan, sesak nyah.. udara pait dan hambar barusajalah kuhirup. yueuks -_-
suatu ketika, listrik mati, taruhlah listrik mati karena pln sedang mengirit biaya jd beberapa area dimatikan aliran listriknya. pada saat itu, ada 2 kejadian yang pertama saya akan mati sesak yang kedua sebenarnya saya belom mati tapi membayangkan itulah rasanya mati. itulah deskripsi saya akan kejujuran persaan dalam kegelapan. #justintro
moment ini sma sekali tak pernah aku byangkan sebelumnya, betul2 meyakinkan aku kalo hati seorang wanita emang sensitif, insting mereka tidak pernah meleset. sama seperti halnya yang aku rasakan sekarang. begitupun si cantik itu. aku panggil ajah begitu karena memang dy sangat cantik.
posisiku saat ini entah ada di lintang berapa bujur berapa timur selatan barat utara aku tak pedulikan itu. aku terduduk bersembunyi dititik yang tidak nyaman, berjabat tangan dengan kegelisahan dan sangat lapar. aku bingung. really, aku bingung. sejauh ini apa yang aku pandang, apa yang aku lakukan, sama dengan mereka mereka. aku selalu memberi suatu pembatas ruang,sikap,dan perkataan antara aku dengannya. tapi ko jd gini yah.
sebagai seorang wanita yang memang pada dasarnya lebih megutamakan perasaan dibanding pikiran. aku sangat paham.. rasa takut,takut kehilangan.. semua rasa campur aduk menjadi gumpalan rasa yang tak karuan yang jika ada sedikit angin akan turun dalam bentuk tetesan yang mengalir diatas kedua pipi, airmata kesedihan.
entahlah jd merasa bersalah atas apa yang tidak semestinya disesali.. ya Allah, kembalikan semua seperti semula.. aku mohooon :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar