Sabtu, 10 Desember 2011

nyanyian rinduku.. :*

Dikesunyian jiwaku nyanyian demi nyanyian alam menembus dinding-dinding nurani. Pagi yang ceria, raja siang sudah menjalankan kewajibannya menggantikan dewi malam yang ingin beristirahat krena telah menemani jiwa-jiwa yang kesepian tadi malam. Burung gereja melantunkan melodi terindahnya dengan mengepakan sayap kecilnya untuk hinggap disatu cabang pohon yang sedang berpelukan, sinar sang raja siang bak lampu yang menyoroti tingkah laku mereka. Embun-embun menetes di setiap ujung daun-daun di perkebunan teh yang membentang dari timur kebarat. Sejuk aku rasa disuatu sudut hati yang menggebu gebu ingin mempertemukan mata ini dengan matamu yang memancarkan sinar magic menenangkan kegelisahan, membuat damai hati yang kacau.


Bunga indah didepan mata tidak mengalihkan perhatianku untuk lebih memikirkanmu lebih dalam. Ini menyiksaku, sebuah ketakutan menyelimuti otak ku dan hati berteriak dengan keras "apah kekasihmupun membayangkanmu seperti kamu menggambarnya dalam kanvas putih itu?" perang pikiran tidak menyelesaikan masalah hanya membuat semakin terpuruknya hati yang ditelah dibuatnya terbalut rindu. Kupikir.
Senyuman manismu di pagi hari menentramkan egoku, kebaikan hatimu membuat terenyuhnya jiwaku, aku rindu,aku rindu,aku rindu. Sangat menggunung rinduku, mengalir bersama sungai dan bermuara ke laut lepas dan meluas seluas lautan,, kalimat apa lagi yang pantas untuk dapat mengungkapkan bahwa hati ini teramat sangat merindumu, sebuah puisi cinta bukan bagian dari hidupku. Aku tak pandai tentang itu.

Satu kejadian membuat hak atas hati ini perlahan memudar lalu menghilang, kewajibanmu atas hal itu jauh lebih besar daripada perasaan ingin bertemuku ini. Yang harus dilakukan oleh ku adalah berbesar hati, hati ini selalu menghargai hatimu, jiwa ini selalu menjaga jiwamu, semoga semua baik-baik saja. Tak usahlah kau pikirkan teriakan yang keluar dari relung hatiku bersama sebuah pesan singkat yang kusampaikan kepadamu. Kau hanya perlu memahami bahwa aku merindukannmu. buatlah aku seperti ini dan suatu saat ketika mentari lagi bersinar dan sinarnya mengizinkan kita berjumpa.. temuilah aku, disudut hatiku yang hanya tertulis namamu,seorang,dan genggamlah tanganku sekuat rasa rindumu,padaku.



  dari.hati yang merindu
untuk. hati yang terindu
<3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar